schools
photos 2006/07
photos 2008
 
 
   
       
 
           
  Program Pengembangan Guru Bahasa Ingrris     English Teacher Development Programme  
           
           
  Pandangan kami terhadap pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia     Our vision on English language learning in Indonesia  
           
  Sejak kami mengajar di Indonesia, kami telah mengamati metode pengajaran bahasa Inggris, baik itu pada sekolah umum (SD, SMP, SMU), Universitas, maupun tempat-tempat kursus bahasa Inggris.     Ever since we have been teaching in Indonesia, we have been looking at the English teaching methods, both day school (Kindergarten, Elementary and Secondary education), Universities and English language schools.  
           
  Apa yang kami lihat adalah adanya ketidakseimbangan yang besar antara penawaran dan permintaan. Para peserta menginginkan kelas-kelas percakapan, dan menurut mereka, kemampuan berbicara serta mendengar adalah dua kemampuan yang sangat mereka perlukan. Bagaimanapun juga, kebanyakan sekolah memberi mereka tata bahasa utama/dasar. Mengapa?Banyak guru-guru di Indonesia mempelajari bahasa Inggris melalui tata bahasa serta meneruskan metode ini dalam mengajar murid-murid karena ketidaktahuan mereka dalam metode pengajaran yang lain.     What we see is a great imbalance between supply and demand. English learners demand conversation classes and, according to them, speaking and listening are the two most important skills they need. However, most schools supply them with mainly grammar. Why? Many teachers, when Indonesian, have learned their English through grammar and pass this method of teaching on to their students as they do not know any other way of teaching.  
           
  Apa yang tidak disadari para pelajar adalah, mempelajari banyak tata bahasa sama halnya dengan mempelajari sisi teknis dari suatu bahasa serta berkaitan dengan ‘ketepatan’, yaitu dengan tidak membuat kesalahan. Hal tersebut sedikit berpengaruh terhadap ‘kelancaran’, yaitu pemahaman, daripada ‘pengertian’ dan hal serupa dikuasai oleh sistem pembelajaran melalui latihan. Pokok utamanya adalah ‘mempelajari’ banyak tata bahasa sehingga kita mampu berbicara dalam bahasa Inggris. Pandangan ini tersebar luas di Indonesia menjadi sebuah kepercayaan umum sehingga menjadi sebuah pokok permasalahan.     What learners do not realise is that learning a lot of grammar is learning the technical side of a language and has to do with 'accuracy' which is 'not making mistakes'. It has little to do with 'fluency' which is 'understanding' and is simply mastered by 'learning through practice'. The main point is that the 'learning a lot of grammar so we will be able to speak English'-view is so widely spread that it is common belief in Indonesia that this is the case.  
           
  Tidak mudah bagi orang Indonesia untuk menjadikan dirinya lancar dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris tanpa pergi ke luar negeri serta menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. Alasannya adalah perbedaan struktur diantara dua bahasa tersebut, dan kami bisa memberikan kepada anda beberapa contoh spesifik:     It is not easy for Indonesians to become fluent speakers of English without going abroad and being in contact with the language on a daily basis. The reason for this is the difference in structure between both languages and we can give you some specific examples:  
           
Bahasa Indonesia memiliki intonasi yang pendek; sebaliknya bahasa Inggris menggunakan bunyi intonasi yang panjang   Indonesian has many short sounds, English uses longer sounds  
Bahasa Indonesia tidak menggunakan kata sandang seperti (a, an, the)   Indonesian does not use any articles (a,an,the)  
Bahasa Indonesia tidak mempunyai banyak pola kalimat (past, present, future)   Indonesian does not have many tenses (past, present, future)  
Tidak ada perbedaan antara ‘he’ dan ‘she’. Bahasa Indonesia menggunakan ‘dia’ untuk keduanya   There is no distinction between he and she (Indonesian dia for both)  
Bahasa Indonesia mempunyai bunyi ‘R’ yang berat, dimana bahasa Inggris mempunyai intonasi ‘R’ yang lembut   Indonesia has a hard R-sound whereas English has a very soft R-sound  
           
  Adalah hal yang memungkinkan untuk dapat berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Inggris, dan jalan satu-satunya adalah berlatih sebanyak mungkin. Tidaklah sulit mengajar bahasa Inggris bagi siswa yang ingin belajar, terutama untuk berbicara dan mendengar. Perbedaannya hanya terletak pada metode saja.     It is possible to become fluent though, and the only way is to get as much practice as possible. It is not difficult to teach English learners to speak and listen, it is just a different method.  
           
  Sebagai tambahan dari tulisan diatas, kami telah mengembangkan program pelatihan pengembangan bagi guru yang terdiri dari beberapa workshop.     In addition to above view, we have developed the English Teacher Development Programme  
           
           
  Mengapa kami mengembangkan program pelatihan guru ini ?
    Why have we developed this English teacher development programme?  
           
  Kami menemukan bahwa salah satu dari bagian yang
terpenting dalam mempelajari bahasa Inggris adalah
untuk mengajarkan bahasa Inggris yang natural pada
semua pelajar serta berfokus pada kata yang selalu menyertainya.
Daripada mengajarkan kata CAR, lebih baik para guru mengajarkan A CAR (karena kata tunggal yang dapat dihitung di dalam bahasa Inggris selalu mempunyai kata sandang). Dariapada LISTEN, murid lebih baik diajarkan LISTEN TO (karena dalam bahasa Inggris, kedua kata ini selalu bergandengan).
    We find that one of the most important points in English Language learning is to teach natural English to all students and focus on words that always go together. Instead of learning the word CAR, the student should learn A CAR (because singular countable nouns in English always have an article) Instead of LISTEN, students should be taught LISTEN TO because these two words always go together.  
           
  Kami telah banyak berhubungan dengan murid-murid kursus bahasa Inggris dalam beberapa tahun belakangan ini. Usia mereka berkisar antara 2 sampai 60 tahun. Saya menyimpulkan, walaupun kosakata yang dimiliki cukup baik, mereka akan tetap membuat kesalahan dasar yang telah disebutkan pada visi belajar bahasa Inggris di atas.     We have dealt with many students of English over the last years, aged between 2 and 60. We have to conclude that even though intermediate and higher level students have a good vocabulary, a feeling for the language and a great interest to learn, they will still make the basic mistakes mentioned in our vision on English language learning above.  
           
           
  Untuk siapakah program pelatihan guru ini?     Who is this programme for?  
           
  Kami telah mengembangkan pelatihan guru ini untuk para guru bahasa Inggris di Indonesia dari semua tingkatan dan umur, baik yang mengajar di sekolah umum, universitas, ataupun di lembaga kursus. Kami telah membuat pelatihan khusus untuk guru yang mengajar para pemula, karena mengajar para pemula membutuhkan pendekatan yang berbeda.     We have developed these teacher trainings for
Indonesian teachers of English of all levels and
ages, whether they teach in day school, at
university or at a language school. We have made
a special training for teachers of young learners because teaching young learners requires a different approach.
 
           
           
  Apa yang ditawarkan pada program pelatihan tersebut ?     What does the programme offer?  
           
  Pelatihan difokuskan pada topik utama berikut:     The training focuses on the following main topics:  
           
Pengaturan & pengelolahan kelas   Classroom management  
  Pelatihan tersebut menawarkan topik yang sangat luas yang harus dikuasai para guru ketika berada di dalam kelas. Seperti: bagaimana mengajak tipe anak pemalu/minder untuk dapat berpatisipasi dalam kegiatan di kelas. Bagaimana mengatasi masalah kepribadian. Bagaimana merencanakan serta menyiapkan pelajaran. Bagaimana cara mengatur jam belajar di kelas. Bagaimana memotivasi semua peserta dalam belajar bahasa Inggris
    The training offers a wide range of topics that teachers have to deal with in the classroom. Some examples are: How to get shy or withdrawn students to participate in the classroom activities. How to deal with problem behaviour. How to plan and prepare lessons. How to manage classroom time. How to motivate all students.  
           
Pembelajaran Aktif   Active learning  
  Penekanan terbesar adalah membuat situasi aktif dalam belajar. Situasi dimana murid berpikir dan belajar bahasa Inggris bukan hanya menirukan dan mengulang kembali apa yang telah diucapkan oleh gurunya. Banyak sekali ide-ide yang dapat diberikan seperti bagaimana melibatkan peserta belajar bahasa Inggris di dalam kelas serta menciptakan situasi belajar yang aktif.     Great emphasis is put on creating ACTIVE LEARNING SITUATIONS. Situations where students think and learn English instead of situations where they just copy or repeat after the teacher. Many ideas are given on how to evolve English in the classroom and create these active learning situations.  
           
Pengajaran bahasa Inggris yang alami   Teaching natural English  
  Pengajaran penggunaan tata bahasa daripada tata bahasa itu sendiri. Kesalahan apa yang akan dibuat oleh para pelajar dan mengapa ? Bagaimana menggunakan bahasa Inggris secara alami ? Bagaimana cara mengkoreksi kesalahan siswa ?     Teaching grammar usage instead of grammar. What mistakes will students make and why? How to present natural English? How to correct students’ errors?  
           
           
  Bentuk Pelatihan     Our workshop topics  
           
Manajemen kelas   Classroom management  
Bahasa Inggris versus Bahasa Indonesia   Error correction /English versus Indonesian  
Mengajar secara aktif dan kreatif   Active and creative teaching  
Fonologi bagi guru dan murid   Phonology for teachers and students  
Pembuatan materi   Material design  
- Aktivitas, permainan, dan lagu   Activities, games and songs  
Teknik bercerita   Story telling techniques  
 Respon Fisik Anak   TPR (Total Physical Response)  
Bahasa tubuh   Body language  
Pembangunan karakter   Character building  
Perilaku yang menantang   Challenging behaviour  
Mempromosikan cara berpikir kreatif   Promoting creative thinking  
Bahasa Positif   Positive language  
           
           
  Pelatih anda     Your trainer  
           
  Pelatih anda, Gaby Schilders, telah tinggal di Indonesia lebih dari 6 tahun dan bekerja sebagai fasilitator dan guru Bahasa Inggris di beberapa perusahaan dan sekolah di Surabaya. Ia mempunyai pengalaman intensif dalam mengajar pelajar pemula dan menekankan pada pengembangan kelas dengan pendekatan positif. Dalam workshop, ia akan memberikan banyak contoh dan ide-ide mengenai berbagai situasi di kelas     Your trainer, Gaby Schilders, has lived in Indonesia for more than 6 years and has worked as an English facilitator and teacher at many companies and schools in Surabaya. She has extensive experience in teaching young learners and has been focusing on developing positive classroom approaches. During the workshops, she will give you many examples and ideas on all kinds of classroom situations.  
           
  Informasi tambahan     Extra information  
           
Workshop dapat diberikan dalam bahasa Inggris.   Workshops are given in English.  
           
Silahkan menghubungi Desianti di 031 6020 2160 atau 031 853 5149 untuk informasi lebih lanjut.   Feel free to contact Desianti at 031 6020 2160 or 031 853 5149 for more detailed information.  
           
           
           
           
   
kembali ke atas
back to top