| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Program
Pengembangan Guru Bahasa Ingrris |
|
|
English
Teacher Development Programme |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Pandangan
kami terhadap pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia |
|
|
Our
vision on English language learning in Indonesia |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Sejak
kami mengajar di Indonesia, kami telah mengamati metode pengajaran
bahasa Inggris, baik itu pada sekolah umum (SD, SMP, SMU), Universitas,
maupun tempat-tempat kursus bahasa Inggris. |
|
|
Ever
since we have been teaching in Indonesia, we have been looking at
the English teaching methods, both day school (Kindergarten, Elementary
and Secondary education), Universities and English language schools. |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Apa
yang kami lihat adalah adanya ketidakseimbangan yang besar antara
penawaran dan permintaan. Para peserta menginginkan kelas-kelas percakapan,
dan menurut mereka, kemampuan berbicara serta mendengar adalah dua
kemampuan yang sangat mereka perlukan. Bagaimanapun juga, kebanyakan
sekolah memberi mereka tata bahasa utama/dasar. Mengapa?Banyak guru-guru
di Indonesia mempelajari bahasa Inggris melalui tata bahasa serta
meneruskan metode ini dalam mengajar murid-murid karena ketidaktahuan
mereka dalam metode pengajaran yang lain. |
|
|
What
we see is a great imbalance between supply and demand. English learners
demand conversation classes and, according to them, speaking and listening
are the two most important skills they need. However, most schools
supply them with mainly grammar. Why? Many teachers, when Indonesian,
have learned their English through grammar and pass this method of
teaching on to their students as they do not know any other way of
teaching. |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Apa
yang tidak disadari para pelajar adalah, mempelajari banyak tata bahasa
sama halnya dengan mempelajari sisi teknis dari suatu bahasa serta
berkaitan dengan ‘ketepatan’, yaitu dengan tidak membuat
kesalahan. Hal tersebut sedikit berpengaruh terhadap ‘kelancaran’,
yaitu pemahaman, daripada ‘pengertian’ dan hal serupa
dikuasai oleh sistem pembelajaran melalui latihan. Pokok utamanya
adalah ‘mempelajari’ banyak tata bahasa sehingga kita
mampu berbicara dalam bahasa Inggris. Pandangan ini tersebar luas
di Indonesia menjadi sebuah kepercayaan umum sehingga menjadi sebuah
pokok permasalahan. |
|
|
What
learners do not realise is that learning a lot of grammar is learning
the technical side of a language and has to do with 'accuracy' which
is 'not making mistakes'. It has little to do with 'fluency' which
is 'understanding' and is simply mastered by 'learning through practice'.
The main point is that the 'learning a lot of grammar so we will be
able to speak English'-view is so widely spread that it is common
belief in Indonesia that this is the case. |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Tidak
mudah bagi orang Indonesia untuk menjadikan dirinya lancar dalam berkomunikasi
dalam bahasa Inggris tanpa pergi ke luar negeri serta menggunakannya
dalam kegiatan sehari-hari. Alasannya adalah perbedaan struktur diantara
dua bahasa tersebut, dan kami bisa memberikan kepada anda beberapa
contoh spesifik: |
|
|
It
is not easy for Indonesians to become fluent speakers of English without
going abroad and being in contact with the language on a daily basis.
The reason for this is the difference in structure between both languages
and we can give you some specific examples: |
|
| |
|
|
|
|
|
| • |
Bahasa
Indonesia memiliki intonasi yang pendek; sebaliknya bahasa Inggris
menggunakan bunyi intonasi yang panjang |
|
• |
Indonesian
has many short sounds, English uses longer sounds |
|
| • |
Bahasa
Indonesia tidak menggunakan kata sandang seperti (a, an, the) |
|
• |
Indonesian
does not use any articles (a,an,the) |
|
| • |
Bahasa
Indonesia tidak mempunyai banyak pola kalimat (past, present, future) |
|
• |
Indonesian
does not have many tenses (past, present, future) |
|
| • |
Tidak
ada perbedaan antara ‘he’ dan ‘she’. Bahasa
Indonesia menggunakan ‘dia’ untuk keduanya |
|
• |
There
is no distinction between he and she (Indonesian dia for both) |
|
| • |
Bahasa
Indonesia mempunyai bunyi ‘R’ yang berat, dimana bahasa
Inggris mempunyai intonasi ‘R’ yang lembut |
|
• |
Indonesia
has a hard R-sound whereas English has a very soft R-sound |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Adalah
hal yang memungkinkan untuk dapat berkomunikasi dengan lancar dalam
bahasa Inggris, dan jalan satu-satunya adalah berlatih sebanyak mungkin.
Tidaklah sulit mengajar bahasa Inggris bagi siswa yang ingin belajar,
terutama untuk berbicara dan mendengar. Perbedaannya hanya terletak
pada metode saja. |
|
|
It
is possible to become fluent though, and the only way is to get as
much practice as possible. It is not difficult to teach English learners
to speak and listen, it is just a different method. |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Sebagai
tambahan dari tulisan diatas, kami telah mengembangkan program pelatihan
pengembangan bagi guru yang terdiri dari beberapa workshop. |
|
|
In
addition to above view, we have developed the English Teacher Development
Programme |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Mengapa kami mengembangkan program pelatihan guru ini ?
|
|
|
Why
have we developed this English teacher development programme? |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Kami
menemukan bahwa salah satu dari bagian yang
terpenting dalam mempelajari bahasa Inggris adalah
untuk mengajarkan bahasa Inggris yang natural pada
semua pelajar serta berfokus pada kata yang selalu menyertainya. Daripada
mengajarkan kata CAR, lebih baik para guru mengajarkan A CAR (karena
kata tunggal yang dapat dihitung di dalam bahasa Inggris selalu mempunyai
kata sandang). Dariapada LISTEN, murid lebih baik diajarkan LISTEN
TO (karena dalam bahasa Inggris, kedua kata ini selalu bergandengan).
|
|
|
We
find that one of the most important points in English Language learning
is to teach natural English to all students and focus on words that
always go together. Instead of learning the word CAR, the student
should learn A CAR (because singular countable nouns in English always
have an article) Instead of LISTEN, students should be taught LISTEN
TO because these two words always go together. |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Kami
telah banyak berhubungan dengan murid-murid kursus bahasa Inggris
dalam beberapa tahun belakangan ini. Usia mereka berkisar antara 2
sampai 60 tahun. Saya menyimpulkan, walaupun kosakata yang dimiliki
cukup baik, mereka akan tetap membuat kesalahan dasar yang telah disebutkan
pada visi belajar bahasa Inggris di atas. |
|
|
We
have dealt with many students of English over the last years, aged
between 2 and 60. We have to conclude that even though intermediate
and higher level students have a good vocabulary, a feeling for the
language and a great interest to learn, they will still make the basic
mistakes mentioned in our vision on English language learning above.
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Untuk
siapakah program pelatihan guru ini? |
|
|
Who
is this programme for? |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Kami
telah mengembangkan pelatihan guru ini untuk para guru bahasa Inggris
di Indonesia dari semua tingkatan dan umur, baik yang mengajar di
sekolah umum, universitas, ataupun di lembaga kursus. Kami telah membuat
pelatihan khusus untuk guru yang mengajar para pemula, karena mengajar
para pemula membutuhkan pendekatan yang berbeda. |
|
|
We
have developed these teacher trainings for
Indonesian teachers of English of all levels and
ages, whether they teach in day school, at
university or at a language school. We have made
a special training for teachers of young learners because teaching
young learners requires a different approach.
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Apa
yang ditawarkan pada program pelatihan tersebut ? |
|
|
What
does the programme offer? |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Pelatihan
difokuskan pada topik utama berikut: |
|
|
The
training focuses on the following main topics: |
|
| |
|
|
|
|
|
| • |
Pengaturan
& pengelolahan kelas |
|
• |
Classroom
management |
|
| |
Pelatihan
tersebut menawarkan topik yang sangat luas yang harus dikuasai para
guru ketika berada di dalam kelas. Seperti: bagaimana mengajak tipe
anak pemalu/minder untuk dapat berpatisipasi dalam kegiatan di kelas.
Bagaimana mengatasi masalah kepribadian. Bagaimana merencanakan serta
menyiapkan pelajaran. Bagaimana cara mengatur jam belajar di kelas.
Bagaimana memotivasi semua peserta dalam belajar bahasa Inggris
|
|
|
The
training offers a wide range of topics that teachers have to deal
with in the classroom. Some examples are: How to get shy or withdrawn
students to participate in the classroom activities. How to deal with
problem behaviour. How to plan and prepare lessons. How to manage
classroom time. How to motivate all students. |
|
| |
|
|
|
|
|
| • |
Pembelajaran
Aktif |
|
• |
Active
learning |
|
| |
Penekanan
terbesar adalah membuat situasi aktif dalam belajar. Situasi dimana
murid berpikir dan belajar bahasa Inggris bukan hanya menirukan dan
mengulang kembali apa yang telah diucapkan oleh gurunya. Banyak sekali
ide-ide yang dapat diberikan seperti bagaimana melibatkan peserta
belajar bahasa Inggris di dalam kelas serta menciptakan situasi belajar
yang aktif. |
|
|
Great
emphasis is put on creating ACTIVE LEARNING SITUATIONS. Situations
where students think and learn English instead of situations where
they just copy or repeat after the teacher. Many ideas are given on
how to evolve English in the classroom and create these active learning
situations. |
|
| |
|
|
|
|
|
| • |
Pengajaran
bahasa Inggris yang alami |
|
• |
Teaching
natural English |
|
| |
Pengajaran
penggunaan tata bahasa daripada tata bahasa itu sendiri. Kesalahan
apa yang akan dibuat oleh para pelajar dan mengapa ? Bagaimana menggunakan
bahasa Inggris secara alami ? Bagaimana cara mengkoreksi kesalahan
siswa ? |
|
|
Teaching
grammar usage instead of grammar. What mistakes will students make
and why? How to present natural English? How to correct students’
errors? |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Bentuk
Pelatihan |
|
|
Our
workshop topics |
|
| |
|
|
|
|
|
| • |
Manajemen
kelas |
|
• |
Classroom
management |
|
| • |
Bahasa
Inggris versus Bahasa Indonesia |
|
• |
Error
correction /English versus Indonesian |
|
| • |
Mengajar
secara aktif dan kreatif |
|
• |
Active
and creative teaching |
|
| • |
Fonologi
bagi guru dan murid |
|
• |
Phonology
for teachers and students |
|
| • |
Pembuatan
materi |
|
• |
Material design |
|
| • |
-
Aktivitas, permainan, dan lagu |
|
• |
Activities, games and songs |
|
| • |
Teknik
bercerita |
|
• |
Story
telling techniques |
|
| • |
Respon
Fisik Anak |
|
• |
TPR
(Total Physical Response) |
|
| • |
Bahasa tubuh |
|
• |
Body
language |
|
| • |
Pembangunan karakter |
|
• |
Character
building |
|
| • |
Perilaku yang menantang |
|
• |
Challenging
behaviour |
|
| • |
Mempromosikan
cara berpikir kreatif |
|
• |
Promoting
creative thinking |
|
| • |
Bahasa Positif |
|
• |
Positive
language |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Pelatih
anda |
|
|
Your
trainer |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Pelatih
anda, Gaby Schilders, telah tinggal di Indonesia lebih dari 6 tahun
dan bekerja sebagai fasilitator dan guru Bahasa Inggris di beberapa
perusahaan dan sekolah di Surabaya. Ia mempunyai pengalaman intensif
dalam mengajar pelajar pemula dan menekankan pada pengembangan kelas
dengan pendekatan positif. Dalam workshop, ia akan memberikan banyak
contoh dan ide-ide mengenai berbagai situasi di kelas |
|
|
Your
trainer, Gaby Schilders, has lived in Indonesia for more than 6 years
and has worked as an English facilitator and teacher at many companies
and schools in Surabaya. She has extensive experience in teaching
young learners and has been focusing on developing positive classroom
approaches. During the workshops, she will give you many examples
and ideas on all kinds of classroom situations. |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Informasi
tambahan |
|
|
Extra
information |
|
| |
|
|
|
|
|
| • |
Workshop
dapat diberikan dalam bahasa Inggris. |
|
• |
Workshops
are given in English. |
|
| |
|
|
|
|
|
| • |
Silahkan
menghubungi Desianti di 031 6020 2160 atau 031 853 5149 untuk informasi
lebih lanjut. |
|
• |
Feel
free to contact Desianti at 031 6020 2160 or 031 853 5149 for more
detailed information. |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|